JAKARTA – Investasi saham saat ini bukan lagi aktivitas yang eksklusif bagi kalangan profesional atau mereka yang memiliki modal besar. Berkat perkembangan teknologi finansial, siapa pun kini bisa mulai berinvestasi hanya dengan menggunakan smartphone.
Meski begitu, bagi investor pemula, tantangan terbesarnya bukan terletak pada jumlah modal, melainkan pada pemilihan platform yang tepat.
Banyak pemula merasa bingung karena harus menghadapi istilah teknis seperti lot, capital gain, dividend yield, hingga fluktuasi harga yang terlihat ekstrem. Di sinilah peran aplikasi investasi saham menjadi sangat penting.
Aplikasi yang ideal untuk pemula seharusnya memiliki antarmuka yang sederhana, proses registrasi yang mudah, serta berada di bawah pengawasan regulator resmi agar dana pengguna tetap aman.
Berikut adalah beberapa aplikasi investasi saham yang dinilai paling cocok untuk investor pemula di Indonesia.
1. Pintu – Akses Saham Global Lewat Tokenized Stocks
Pintu hadir dengan pendekatan yang berbeda dibanding aplikasi saham pada umumnya. Melalui Pintu, pengguna bisa membeli saham perusahaan global seperti Google, Tesla, Nvidia, Apple, hingga Amazon dalam bentuk tokenized stocks. Tokenized stocks adalah representasi saham dalam bentuk aset crypto yang nilainya mengikuti harga saham aslinya.
Keunggulan utama konsep ini adalah fleksibilitas. Pengguna tidak perlu membeli satu saham penuh, melainkan bisa membeli dalam nominal kecil sesuai dengan kemampuan finansial. Selain itu, tokenized stocks dapat diperdagangkan 24 jam, sehingga tidak terikat dengan jam operasional bursa saham.
Yang membuat Pintu semakin menarik untuk pemula adalah kemampuannya menjadi platform multi-aset. Dalam satu aplikasi, pengguna bisa berinvestasi di:
- Saham global
- Aset crypto seperti Bitcoin dan Ethereum
- Emas digital berbasis crypto seperti PAXG dan XAUT
Bagi pemula, ini sangat membantu karena bisa langsung melakukan diversifikasi tanpa harus membuka banyak akun di platform berbeda.
2. Stockbit
Stockbit merupakan salah satu aplikasi investasi saham lokal paling populer di Indonesia. Fokus utamanya adalah saham-saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satu kekuatan terbesar Stockbit adalah fitur komunitasnya. Pengguna bisa berdiskusi, membaca analisis, dan melihat sentimen pasar dari investor lain.
Bagi pemula, Stockbit sangat cocok sebagai sarana belajar karena banyak insight yang dibagikan secara terbuka. Selain itu, Stockbit juga menyediakan data fundamental seperti laporan keuangan, rasio valuasi, dan kinerja perusahaan.
3. Bibit+
Bibit dikenal sebagai aplikasi investasi yang sangat ramah untuk pemula, terutama karena sistem rekomendasinya. Untuk fitur saham, Bibit menyediakan portofolio yang disesuaikan dengan profil risiko pengguna. Artinya, pemula tidak perlu pusing memilih saham satu per satu.
Pendekatan ini cocok bagi investor jangka panjang yang ingin membangun portofolio secara konsisten tanpa harus aktif melakukan trading setiap hari.
4. IPOT (IndoPremier)
IPOT adalah aplikasi dari sekuritas besar IndoPremier. Aplikasi ini menyediakan berbagai instrumen investasi seperti saham, ETF, dan obligasi. IPOT juga memiliki fitur analisis teknikal dan fundamental yang cukup lengkap.
Bagi pemula yang ingin naik level dari sekadar investor pasif menjadi trader aktif, IPOT bisa menjadi sarana belajar yang sangat baik.
5. MOST (Mandiri Sekuritas)
MOST merupakan aplikasi trading saham dari Mandiri Sekuritas yang terafiliasi dengan Bank Mandiri. Faktor utama yang membuat MOST diminati adalah tingkat keamanannya. Karena berasal dari institusi keuangan besar, banyak investor merasa lebih tenang menyimpan dana di platform ini.
Kesimpulan
Tidak ada satu aplikasi yang paling sempurna untuk semua orang. Jika tujuan Anda adalah berinvestasi di saham Indonesia, maka Stockbit, Bibit, IPOT, dan MOST adalah pilihan yang solid. Namun, jika Anda ingin langsung mengakses saham global sekaligus crypto dan emas digital dalam satu aplikasi, Pintu menjadi solusi paling modern dan fleksibel untuk pemula.